1. Tanggung Jawab

    Barusan saya baca surat pembaca yang mengeluh bahwa dia baru saja beli mobil dengan merek X seharga 200juta lebih,dan ketika mobilnya diisi premium mobilnya ngadat.Saya gak tau dia bisa baca brosur atau enggak tentang spek mesin mobilnya,tapi yang jelas dia menyalahkan Pertamina dan tentunya ATPM X tersebut.

    Saya gak mau bahas tentang perbensinan.Satu hal yang menggelitik saya justru,betapa enaknya si penulis surat itu nyalahin Pertamina dan ATPM.Bukannya Introspeksi diri bahwa dia udah ga pantes pake bensin subsidi.

    Dari dulu saya mikir,kenapa orang Indonesia ketika terjadi sesuatu yang buruk,dengan entengnya menyalahkan orang lain?bahkan kadang-kadang dengan alasan yang gak masuk akal,seperti Tsunami Aceh yang dituduh akibat uji coba senjata Amerika,artis yang nyalahin film Indonesia yang gak laku karena artis luar kulitnya putih(WTF?),atau yang paling deket,Pribumi yang menyalahkan orang keturunan Tionghoa yang rata-rata lebih sukses dibanding orang Prbumi.

    Kalau mau dirunut,sebenernya sifat bawaan kita ini diakibatkan kesalahan pola pengasuhan orangtua kita yang salah.Mau bukti?coba waktu kita kecil lari-lari di rumah,terus nabrak pintu dan kita nangis.Apa yang orangtua kita bilang untuk nenangin?rata-rata bakal bilang “ini nih pintunya nakal,tuh udah mama pukul”sambil mukul pintu.

    see?inilah cikal bakal sifat suka menyalahkan kita berasal.

    Makanya marilah kita bercita-cita kalo punya anak kita ga akan menanamkan bibit sifat jelek seperti ini ke anak-anak kita..

    1 year ago  /  1 note

    1. christiannadapdap posted this